Rabu, 11 Juni 2014

Tradisi Pagi Di Perumahan

Pagi ini langit cerah
Satu dua kendaran melaju kencang
Kanan jalan orang tua sedang joging
melewati pintu pintu perumahan
Sinar sang mentari jatuh
Semakin menguning agak tergelincir
Bulat oranye indah bak jeruk mandarin
Berpadu langit yang membiru
Toko sayur depan mulai terbuka setengah
Satu persatu jajanan datang
Silih berganti mulai tertata
Di imbangi penduduk perumahan
Menjelang pukul tujuh mulai ramai
Rumah nomer satu
Pinggir jalan besar
Purwomartani

Senin, 31 Maret 2014

Semangat Muda

Kadang merasa tinggi kadang rendah
Kadang kelebihan kadang kurang
Tuk apa yang telah dilalui
Kadang ada benar kadang ada salah
Sesali tak perlu
Jadi kan pelajaran berharga
Syukuri dan buang rasa sombong
Jadi diri apa adanya
Gali sesuatu impian dari bawah
Besarkan kembangkan potensi diri
Teman
Jadikan teman
Lunturkan pikiran negatif
Dengan mengisi hari dengan hal positif

Rabu, 26 Maret 2014

Kawan Lama

Didepan komputer melihat peluang
Kerjaan yang didaftar online
Tetiba terdengar memanggil
Namaku dengan tanya
Entah tak kuhiraukan
Terpatung kaku depan layar
Sekali lagi memanggil
Kutoleh seperti kukenal
Lirih khas dengan agak cedal
Terbelalak
Sudah lama memang
Kawan, guru, kakak yang dahulu
Perawakanx berubah sedikit
Kurus..
Nostalgia mulai terbuka
Seperti orang baru
Tanya bertanya silih berganti
Tawa
Kau masih yang dulu
Semangat menginspirasi
Bertanya pada diri
Jadi apa yang sudah kuperoleh
2... 3 tahun seperti ini saja
Jauh dibelakang
Titik nol masih mencari kerja
Sarjana

Kamis, 20 Maret 2014

Bus yang Penyapu Air Hujannya Rusak

Siang itu
Di dalam mini bus yang penyapu air hujannya rusak..
Duduk di depan samping supir
Melamun kuperhatikan caranya mengemudi
Menyusuri jalan berkelok naik turun
Pelosok menuju Kota
Sesekali banting stir dan rem mendadak
Hindari lubang retakan jalan
Kadang disela dengan ber HP ria
Kadang SMS kadang Telpon
Satu tangan untuk sebuah turunan berkelok
Bukan tak apa, tapi ku masi muda
Sukabumi...

Minggu, 16 Februari 2014

Hati debu vulkanik

Semenjak kemaren malam 14 februari 2014
Saat sebuah gunung nan indah..
Kelud
Memuntahkan sebagian isi perutnya
Mengudara batu kerikil debu dan asap
Panas di iringi dentuman keras
Keindahan itu berubah
Satu warna kompak menyeluruh
Abu- abu

Entah angin ap yang membawanya
Abu berjatuhan pagi hari, subuh malah
Jogja, wonosobo, banyumas bahkan sampai pangandaran
Kompak kota- kota sisi barat kelud tak beda jauh
Jalanan, sawah, halaman, mobil, atap
Ya semua
Debu dan udara jadi satu
20 meter pandangan dijalan
Hanya didalam rumah yang dirasa aman dari kekacauan

Sudah tiga hari berselang
Debu masih tertumpuk sebagian di pinggiran jalan
Kadang melambung tinggi terkena hempasan kendaraan
Sekian kali dibersihkan
Semakin menipis tapi masih terlihat
Debu yang dihalau dengan masker dan kaca pelindung
Tak menyurutkan laju kecepatan

Hari berlalu
Mencoba kembali normal
Kukikis berkali- kali
Berusaha keras diawal
Semakin menipis memang
Tapi tak hilang
Seolah tanda tuk mengingat saat itu
Dan mencoba bagkit, positif, ikhlas
Karena sesuatunya pasti adalah yang terbaik

Hati debu vulkanik