Hiburan malam meriahkan kota
Terselubung kabut gembira dalam ruangan
Gemerlap lampu warna warni butakan mata
Musik pengantar mulai bersuara
Ini memang gerah
Ribuan orang berjejal
Duduk, berdiri, jongkok
Ah itu selfi di mana-mana
Asik sampai jenuh menunggu
Sang bintang tak kunjung datang
MC mulai berkoar hibur tribun, vip, dan berjubel para murah meriah
Sang bintang datang
Hidup seluruh penjuru
Bak tetesan air yang mencipta gelombang di bak mandi
Ini bukan sihir
Semua mata tertuju satu
Ikuti nada lagu
Hingga habis lagu penutup
Disambut hujan malam itu
Selasa, 22 Desember 2015
Konser
Jumat, 27 November 2015
Gerimis pagi
Ini jam 10 pagi
Hujan gerimis masih sama sejak pagi tadi
Ku habiskan kopi bersama leptop
Dengarkan lagu penyeimbang pikiran
Diluar para pekerja dan kawan-kawan
Mereka asik bercengkrama ditemani gemerintik hujan dan angin dingin
Tertepis sebatang rokok yang menyala selalu
Dua gergaji mesin sudah tergeletak siap..
Tak berdaya menunggu hujan
Berharap dewa matahari mengusir mendung
Apa daya, Kulanjutkan saja bersantai
Rabu, 14 Oktober 2015
Simbah
Namanya Simbah
Sehari - hari selalu tersenyum dan bercanda
Umurnya tidak muda lagi
Tetapi kuat mencangkul
Omongnya terkadang tersirat mengandung makna
Beberapa lontaran kalimat disusul tawa
Bercerita
Kala muda
Berbagi kisah pengalaman
Simbah
Sambas,12 maret 2015
Selasa, 13 Oktober 2015
Bagus motipasi
Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak akan kembali :
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan
Ada 3 Hal yg dapat menghancurkan hidup seseorg :
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam
Ada 3 Hal yg tidak boleh hilang :
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran
Ada 3 Hal yg paling berharga :
1. Kasih Sayang
2. Cinta
3. Kebaikan
Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak pernah pasti :
1. Kekayaan
2. Kejayaan
3. Mimpi
Ada 3 Hal yg membentuk watak seseorg :
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras
Ada 3 Hal yg membuat kita sukses :
1. Tekad ✊
2. Kemauan
3. Fokus ☝
Ada 3 Hal yg tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki
2. Umur �
3. Jodoh
TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yg PASTI dan TIDAK DAPAT DI ELAKKAN :
1. Tua
2. Sakit
3. Mati
selamat merenungkan dgn penuh hikmat agar semakin bijak dlm menjalani kehidupan ini.. Salam suksees yaaa...
Senin, 12 Oktober 2015
Kamuflase
Ini hari selasa
Bangun pagi mata kiri sedikit sakit
Pandangan sedikit sempit
Membuka mata pun sulit
Berjalan ku dekati cermin
Berkaca..
Oh mata kiri sedikit bengkak
Nyut.. Nyut hingga kepala
Berkaca mataku di buatnya
Tak hentinya terus
Kamuflase terbaik saat hati kelabu
Melihat mu dan berusaha ku yakin
Engkau jadi sahabat ku
Minggu, 06 September 2015
Kamu
Awalnya biasa
Berlalu begitu saja
Tiba - tiba mulai berbeda
Canggung
Bingung
Habis ide berkata
Salah tingkah
Bermain dengan gelas kosong di hadapan
Takut bercampur malu
Untuk sedikit tatapan mata
Nada suara sedikit lirih
Kadang bumbu manja sedikit
Masih jelas terlihat kau tak mau jauh
Tingkah ku selalu terbaca
Hafal bahkan jadi prediksi
Seolah tahu ingin dan maksud ku
Tak sabar
Awali hari memandang mu
Seperti biasa seharian tertawa bermain
Hingga terlelap
Bantal kudekap
Temani tidur
Bayangmu masih menemani
Cukup dekat
Untuk mu
Yang baru ku kenal
Kita nikmati saja
Senin, 24 Agustus 2015
Lamunan siang
Siang ini
Malas lemas tak biasa
Memandang terik matahari
Mengeringkan tanah pasir putih
Pasti panas di luar
Tiduran
Ku sandarkan kaki diatas tembok
Memandang langit langit
Terpantul cahaya matahari
Setelah lamunan ku mulai habis
Mungkin akan ku buat kopi
Pahit sedikit manis
Semanis bayang senyum mu
Seperti ku kenal
Kamu orang baru
Datang padaku
Saat ku berjalan sendiri
Orang jauh yang tak biasa
Bertemu begitu saja
Pada waktu dan tempat bersama
Seperti pernah ku kenal
Cukup lama
Rupa dan tingkah mu
Kesamaan yang tak disengaja
Satu demi satu terlihat
Ada apa dengan nya
Bukan membanding
Tapi masih terbayang
Engkau mirip dengan nya
Entah pertanda apa
Pertemuan singkat yang tak terelakkan
Mungkin jadi awal yang baru
Awal yang baik, untuk mu dan untuk ku
Minggu, 16 Agustus 2015
Merah putih pagi hari
Dua sendok susu bubuk coklat ku seduh
Seteguk demi seteguk kuhabiskan di teras depan
Memandang lurus si merah putih yang tinggi bertiang putih
Tertantjap di halaman depan berlatar hutan kalimantan
Agustus
Kamis, 13 Agustus 2015
Mainan kecil
Tiga anak ayam
Putih kekuningan
Berbulu halus
Lincah
Mengejar setiap langkah orang yang lewat
Berjalan, berlari, jatuh tak seimbang
Bergaya melompat, satu kilan pun tak sampai
Mengepakkan sayap membuang kejenuhan dalam kandang
Makan pur tak ada hentinya
Mencucuk permukaan air
Lalu menengadah, menyeruput air
Berulang kali hingga besar kantong di ujung lehernya
Hari mulai siang..
Beberapa saat si kecil tertidur di hangatnya mentari
Ber piyik nyaring si kecil merasa di tinggal
Bangun dan berlari ia, mengejar dua kawannya
Sayang umur mereka tak panjang
Satu hari tak lebih
Pagi subuh lenyap mereka
Kandang terpental jauh
Oh ya anjing juga butuh makan
Senin, 22 Juni 2015
Tak hilang terbuang
Jagung manis segar ku congkel
Berbekal sebilah pisau
Ku congkel satu persatu biji
Dengan ujung lancipnya
Satu baris dari depan ke belakang
Selesai satu baris
Ku selipkan bilah tajam pisau
Antara baris dua dan tiga
Sekali congkel lima biji terlepas
Satu baris dari depan ke belakang
Selesai baris ke dua
Terus hingga tersisa baris terakhir
Ku istirahatkan pisau
Jempol ku sulap bak senjata
Tumbang lah barisan terakhir
Memang tak secepat menyisir
Sabar dan telaten sedikit
Sederhana..
Tuk bonggol bersih ringan
Butir jagung segar utuh
Minggu, 21 Juni 2015
Baru
Hitam mulus tak bergelombang
Muda umur mu
Belum terhiasi putih bergaris
Kau biarkan anak-anak bersepeda
Kencang melaju
Asik tak terusik di pagi hari ramadhan
Bagai balap liar jalanan
Jalanan aspal baru
Depan rumah ku
Yang izinkan tua renta berjalan
Tanpa trotoar
Senin, 15 Juni 2015
(Anak) Ayam Hutan
Bulan Juni saat itu
Sudah beberapa minggu
Sejak ayam hutan ku bersemedi
Hangatkan 7 sisa telurnya
Pagi tanggal 10
Keluar 3 anak ayam dari cangkangnya
Kuanggap hadiah hebat
Terlepas lewat sudah hari berulang tahun
Bulu nya coklat
Loreng hitam di kepala dan punggung
Bukan sembarang tanda
Khas anak ayam hutan
Oranye kecoklatan
Kecil kakinya
Lebih banyak duduk
Mencari kehangatan
Tak henti bercuit
Selalu mencoba berlari
Kelak engkau besar busungkan dada
Kepakkan sayap memulai pagi
Kopi susu
Asap putih sudah mengebul
Suara dalam teko bergemuruh
Kuangkat tuang dalam gelas
Menyatukan kopi gula 3:1
Tambah susu
Tertinggal sebagian ampas
Menempel juga di leher sendok
Perlahan jatuh ke dasar
Mengendap selapis hitam
Untuk coklat muda menggoda
Sruput kecup menyambut
Pahit manis luar biasa
Jembatan
Biar saja
Jalanan berlumpur
Biar saja
Kupakai jalan sawit
Biar saja
Motor ku tak ber rem tangan
Biar saja
Lubang besar
Biar saja
Debu perih terkena mata
Biar saja
Selama 2 jam perjalanan
Biar saja
Hingga menjadi sejarah kelak
Kala janji terwujud
Juang penghunimu
Di hutan itu
Di segunduk bukit
Secuil pepohonan
Dikelilingi kebun sawit
Ku tinggal
Ku bekerja
Tak terasa
Hari, minggu, bulan berlalu
Hingga tiba saat kembali
Kenangan manis haru
menginspirasi
Lestari dalam hati
Jumat, 22 Mei 2015
Kembalimu
"Pintu masuk ada di hatiku
Pintu keluar hanyalah milik allah"
Kata- kata yang keluar
Dari mulut seorang dosen
Berkupluk merah marun
Yang kembali dari prjalanan jauh nya
Matanya berkaca- kaca
Memandangi kawannya
Yang berada di hadapannya
Lalu meneluknya
Sempat ia tertegun tak bisa bersuara
Serasa telah lama ia pergi
Sedih campur gembira
Terlihat dari wajahnya
Gerak geriknya lebih melembutkan
Aura kebaikan terpancar
Menandakan Ia memiliki jiwa
Yang lebih baik
Sungguh hidayah..
Maknamu tersurat
Penuh makna
Menginspirasi
Jumat, 01 Mei 2015
Patah Kaki
Engklek
Kursi roda
Sedikit gerak
Posisi kaki berdiri
Tak enak
Kaki tiduran
Tak bisa
Kaki menekuk
Sulit
Kaki lemas
Paksa saja
Tak berdaya
Menguji sabar, ikhlas, n syukur