Satu mendekap secangkir kopi, satu menyesap segelas teh jahe
Aku meja jati segi empat usang yang masih kokoh
Ditemani empat kursi kayu di kanan dan kiri
Ku lihat dan dengar mereka berdua bercengkrama
Bukan cerita yang baru kudengar, sama seperti orang lainnya
Sesekali mereka menyantap empat buah mendoan terhidang, disela berbincang
Kembali bertatap akurat dengan buih perhatian
Ku perhatikan
Selalu saja ingin bercerita, bersahutan imbang didengar
Kehidupan, jalan-jalan, pekerjaan, pertemanan
Tema tak ada habis, selalu ada halaman baru