Pagi di musim hujan
Mendung langit tak semangat
Bunga tetap bermekaran
Api menyala melahap tumpukan kayu
Senin, 25 Januari 2016
Buka mata
Rabu, 20 Januari 2016
Fatamorgana
Sebuah alunan musik
Memunculkan seklumit kisah
Membuat sebuah faramorgana
Dalam bingkai pikiran terbatas
Sepenggal demi sepenggal
Memori terbayang
Ada bintang merona
Hiasi bagai tiap foto dalam album
Tertawa
Canda
Senyuman
Kamis, 14 Januari 2016
Jalan kaki
Ya seperti biasa
Selalu diawali pada pagi hari
Jalan jalan paling damai
Menyusuri jalan
Kendaraan berlalu lalang
Ada ontel ada becak
Ada motor ada mobil
Dan ada pula bapak renta yang menyiapkan tokonya
Ku giring diri ku memasuki pusat ekonomi rakyat
Ya sebuah pasar dekat tugu putih itu
Sepertinya pasar pun terasa tak cukup didalam hingga trotoar dan jalan terhampar penuh pedagang
Entah apa yang sebenarnya, tapi nenek nenek masih banyak berjualan
Apalah aku yang muda ini kalau tak berkarya
Senangnya melihat berbagai macam sayur dan buah-buahan tersaji
Merah hijau oranye entah dari mana asalnya
Disudut terlihat si ibu berjongkok memilah cabai rawit yang sebagian mulai rusak membusuk
Tampak sibuk sembari menunggu pembeli
Juru parkir menata motor sedemikian rupa hingga jalanan bisa dilewati satu mobil saja
Mungkin lain kali aku masuk ke dalam pasar..
Hari ini pedagang di trotoar sudah cukup bagiku tuk sebuah semangat dan tetap merendahkan hati
Hidup itu berjalan, berputar, dan tak pernah diam
Selamat pagi..
Dalam diam
Hei kamu
Kenapa masih saja terlihat menangis
Merah hidung dan bekas matamu yang masih menyimpan sisa air mata semalam
Masih terlihat oleh ku
Buat apa kau sembunyikan dalam diam
Andai saja aku masih boleh tahu
Tentu hatimu berusaha mengelak
Sama tahu untuk hal itu
Kau dekatkan dirimu kepada tuhan
Tuk membantu kuatkan hati dan jiwa
cukup kah kau menangis tanpa bercerita pada ku
Aku yang selalu bertanya dalam pikiran
Tak tahu
Entah kapan
Selalu malam..
Biasanya..
Jogja, Jan 2016
Sabtu, 09 Januari 2016
Masih sama #Januari
Hari ini minggu
Di bulan Januari
1 hari sebelum 11 Januari
Aku masih sama
Tak berubah pada posisi sekarang
Tampak kosong
Belum berarah
Mungkin karena pagi tak sejuk lagi
Atau aku yang harus mandi lebih pagi
Berharap muncul energi baru
Masa depan kan lebih baik
Jika kau pakai waktumu sekarang
Dengan berbuat baik
Minggu, 03 Januari 2016
Akhir Bulan Desember
Ku santaikan badan dan pikiran
Berusaha terlihat damai
Tuk menahan lubang yang terbuat
Beberapa kali sepi
Mengundang bayanganmu
Yang jauh tak mudah bahkan tak bisa ku gapai lagi
Pun tak tahu kapan kan benar-benar tertutup
Pernak-pernik buah cipta masih tersimpan
Mungkin sudah tak berinspirasi
Dalam diam ku berpikir dan berdoa
Semoga yang terbaik dan selalu lebih baik kedepannya