Ini hari kamis..
Ayam hutan ku tinggal se ekor
Pun kelas masih anak ayam
Semalaman ku tidurkan dalam kardus camilan
Anteng si ayam mungkin tak kedinginan
Walau sesekali bergerak meronta, mungkin pegal
Pagi buta dia keluar..
Berkeliaran tak jelas kemana
Sendirian
Pagi terang kulepaskan depan halaman
Lari si ayam serasa bebas
Bertemu dengan ayam kampung lainnya
Pagi ini habis hujan
Tanah masih basah
Laron satu dua muntjul
Di rebut berlarian ayam kampung
Si anak ayam meminum air
Air genangan diatas daun jati yang jatuh
ku ambil si anak ayam
Ku buka rebahan kayu mati
Rayap, cacing, uret, semut dan laba-laba
Lahap dimakan hingga habis
Dua kali ini ku lihat
Ayam memakan cacing..
Satu, anak ayam pedaging
Dua, ini si anak ayam hutan
Rabu, 30 November 2016
Ayam & cacing
Minggu, 13 November 2016
Penyegaran
Tak tenang kadang
Khawatir yang berlebih
Selalu terbayang
Kadang cinta butuh pengalih
Kadang pula butuh penyadar
Karena ia kuat, lebih kuat dari meriam
Kendali selalu pada ketenangan berpikir
Nol kan tubuh sehatkan pikiran
Jadikan ia semangat dan hal baik
Jumat, 28 Oktober 2016
Hati
Kebimbangan
Seolah tak lepas dari dunia
Hijau pun bisa berubah cokelat
Abu abu jadi merah terang merona
Waktu
Jangan bermain dengan waktu
Sesuatu yang tak bisa engaku kejar
Tanpa sebuah tujuan yang jelas
Tak pula bisa kau mundurkan
Perubahan selalu terjadi
Kebimbangan awal dari perubahan
Diikuti suatu langkah tindakan
Gagah cantik cerdas pintar
Kaya sederhana Angkuh welas asih
Diam bergerak pergi kembali
Baik buruk tutur kata pemikiran
Perubahan pembelajaran
Hidup
Menjadi lebih baik
Bermanfaat
Bersyukurlah
Kamis, 13 Oktober 2016
Kenangan
Mendadak teringat kembali
Kenangan lama..
Berpadu dengan bayang masa kini
Tergambar seolah hidup
Tawa canda senyum
Kata manja
Bahagia
Bersama
Kesendirian hilang
Bersama dalam suka dan duka
Marah nakal dan perasaan aneh lainnya
Belajar bersama
Kenangan
Tak pernah hilang
Bersahabatlah engkau
Minggu, 11 September 2016
Hari kurban
Berjalan kaki orang-orang samping rumah
Jalan besar menuju sekolah
SD kampung lapangan luas
Alas tikar alas koran
Berjajar duduk rapi pagi hari
Langit cerah semua tau
Dua burung gereja terbang hinggap
Dipohon kelengkeng yang rindang
Menoleh ke atas kebawah
Seolah ingin tau kenapa semua berkumpul
Selesai jamaah lanjut berkhutbah
Panjang lama eh apa yang dibaca
Tak jelas mungkin si bapak ragu
Ini kurban bukan haji
Sabtu, 07 Mei 2016
Sebuah mess
Tiba2 rumah atau mes itu menjadi bagus
Kamarnya banyak pun jendela kacanya
Tembok berwarna hijau pucat, dengan hijau tua pada jendela, pintu, dan hisan tiang
Penghuninya tak ada
Tertinggal beberapa anak muda yang belum kukenal
Ada pula sepasang suami istri, walau agak meragukan
Sembari ku bertanya dan mengamati sekeliling
Kilat menyambar, langit mulai gelap
Paralon paralon air bermunculan di atas pohon kelapa
Bersuara berisik, lalu memancarkan air
Terjadi hujan lokal buatan
Semakin lama semakin deras
Muncul pak tua, berdoa khusuk
Reda hujan dan kembali terang
Ada apa ini?
Lalu muncul sosok orang berambut panjang dengan badan kekar tinggi
Masuk ke mess
Pak tua berkata.. "tidak papa, ini hanya masalah kumat"
Paranormal ilmu hitam yang sedang kumat ingin menguji ilmunya
Lalu ku tanya pada pria berambut panjang itu
"Kenapa tidak kau lawan saja pak tua itu?"
Dia hanya menggeleng seperti mengakui pak tua bukanlah tandingannya
Mess sudah tak gelap seperti dulu..
Tetapi lingkungannya malah yang berubah menjadi gelap tak baik
Segala tindakan penuh pertanggungjawaban
Percaya minimal itu menjadi cerita masa lalu mu
Selasa, 03 Mei 2016
Bayangan hidup
Hahaha..
Sebuah tawa palsu mencoba memecah kesunyian
Hati sepi walau jalan penuh gemuruh knalpot
Hei ini kah diri mu
Yang masih menikmati bayangan tak nyata
Itu masa lalu..
Mungkin engkau tak melihat dia yang dihadapmu
Lebih terang dari hanya sekedar bayangan
Ah ini aku yang tak seimbang
Yang berat pada bayangan
Yang diam tak tau berkata
Yang hanya memandang
Yang selalu coba berpaling
Diriku yang lain mulai berkata
Engkau pasti bisa
Jalanmu masih lebih baik dari orang lain
Engkau fokuskan tujuan mu
Engkau tarik dirimu pada terangnya sinar pagi
Engkau tak seharusnya berkecil hati
Engkau pantas bahagia
Hingga ku terlelap
Besar harap esok pagi
Hidupku..
Jumat, 01 April 2016
(Masih) Ceritamu
Mereka mulai bercerita tentang mu
Seolah aku tak tau dan belum tahu
Aku hanya bisa diam
Sesekali menyeruput air mineral gelas
Apalah aku ini tak berdaya
Kupikir menimpali cerita mereka pun bisa berakhir dengan pertanyaan di benak mereka
Hanya bisa terdiam dan semakin kosong
Apa dan kenapa aku ini
Aku bagai tukang sulap
Yang tau semua cerita dan akhir
Seakan crita mu oleh orang orang hanya membenarkan
Yang sudah ku tahu dari mu, bukan orang lain
Sama sekali tak ada negatif
Begitu juga yang ku percaya
Sungguh aneh, tapi terjadi
Menjadi kan ku bercermin, akan kah aku sehebat diri mu
Tentu dengan kepribadian ku sendiri
Engkau hebat
Jejak (tak) hilang
Berlayar jauh menembus waktu
Hilang dan kembali ke tempat yang sama
Menapaki jejak seseorang
Haruskah ku jawab
Aku sudah tak tau
Engkau apa dan bagaimana
Jejak mu banyak ku lewati
Critamu bahkan masih terucap di kering daun
Seakan tak hilang dan tak mau hilang dari ku
Aku sudah tak tahu engkau
Tetapi tuntunan jalan ini
Selalu engkau
Salahkah atau hanya kebetulan
Mungkin diri ini butuh waktu untuk bangkit dan ikhlas, lalu mulai senyum yang baru
Dan tak menyulitkan bunga bunga mekar terjual
Semoga kebaikan untuk kedepan bukan hanya ucapanku
Baik hati baik perbuatan baik pikiran dan baik untuk orang lain
Mungkin sekarang masih ad awan kisah mu
Ap yang bisa ku bantu ku ingin
Tapi aku pun belum bisa sepenuhnya berdiri
Akan kah kuat membantumu
Atau malah menjatuhkan kue manis yang kau suruh aku bawakan
Kecewa mudah saja muncul pada diri yang belum positif ini
Minggu, 06 Maret 2016
Pulang
Jaket ku gantung
Kipas angin ku nyalakan
Saklar hitam ku pencet nyala lampu meja
Harum wangi parfum mulai mengisi ruang
Ku tuang air dalam botol kedalam gelas
Meminum seteguk demi seteguk
Lalu berbaring
Memejamkan mata
Lelah
Senin, 15 Februari 2016
Masa lalu
Hingga saat terendah ku
Masih saja muncul
Hingga saat tersulit ku
Masih saja terbayang
Ketika diri hilang senyap
Timbul selalu
Pikir dalam dasar
Kenapa kau terjebak
Tak kah kau mau pergi dari imajinasi
Ikhlas dalam kenyataan
Rabu, 10 Februari 2016
Menanti pelangi
Rumah mu merah muda
Dengan atap cokelat tinggi menjulang bercerobong
Jendela dua pintu terbuka pagi hari
Engkau muncul dengan senyum
Rambut hitam tergerai
Kau pandangi matahari
Burung berpindah pohon lalu bersiul
Kedua tangan memangku kepala yang sedikit kau miringkan
Lalu memulai lamunan
Rumput hijau yang kau idamkan
Dengan taman bunga di sudutnya
Menari..
Berlari..
Bahkan terbang mengikuti irama kupu-kupu
Dan tertawa hingga habis tenaga
Percaya..
Menjadi nyata
Tanjakan seekor Itik
Sebut saja aku sebuah nama
Indah nan menarik
Unik kadang menggelitik
perhatian dengan mata lentik
Kala heran kagum melirik
Diam serius tak berkutik
Sesekali melempar senyum pandang bagai manik
engkau cantik
Senin, 25 Januari 2016
Buka mata
Pagi di musim hujan
Mendung langit tak semangat
Bunga tetap bermekaran
Api menyala melahap tumpukan kayu
Rabu, 20 Januari 2016
Fatamorgana
Sebuah alunan musik
Memunculkan seklumit kisah
Membuat sebuah faramorgana
Dalam bingkai pikiran terbatas
Sepenggal demi sepenggal
Memori terbayang
Ada bintang merona
Hiasi bagai tiap foto dalam album
Tertawa
Canda
Senyuman
Kamis, 14 Januari 2016
Jalan kaki
Ya seperti biasa
Selalu diawali pada pagi hari
Jalan jalan paling damai
Menyusuri jalan
Kendaraan berlalu lalang
Ada ontel ada becak
Ada motor ada mobil
Dan ada pula bapak renta yang menyiapkan tokonya
Ku giring diri ku memasuki pusat ekonomi rakyat
Ya sebuah pasar dekat tugu putih itu
Sepertinya pasar pun terasa tak cukup didalam hingga trotoar dan jalan terhampar penuh pedagang
Entah apa yang sebenarnya, tapi nenek nenek masih banyak berjualan
Apalah aku yang muda ini kalau tak berkarya
Senangnya melihat berbagai macam sayur dan buah-buahan tersaji
Merah hijau oranye entah dari mana asalnya
Disudut terlihat si ibu berjongkok memilah cabai rawit yang sebagian mulai rusak membusuk
Tampak sibuk sembari menunggu pembeli
Juru parkir menata motor sedemikian rupa hingga jalanan bisa dilewati satu mobil saja
Mungkin lain kali aku masuk ke dalam pasar..
Hari ini pedagang di trotoar sudah cukup bagiku tuk sebuah semangat dan tetap merendahkan hati
Hidup itu berjalan, berputar, dan tak pernah diam
Selamat pagi..
Dalam diam
Hei kamu
Kenapa masih saja terlihat menangis
Merah hidung dan bekas matamu yang masih menyimpan sisa air mata semalam
Masih terlihat oleh ku
Buat apa kau sembunyikan dalam diam
Andai saja aku masih boleh tahu
Tentu hatimu berusaha mengelak
Sama tahu untuk hal itu
Kau dekatkan dirimu kepada tuhan
Tuk membantu kuatkan hati dan jiwa
cukup kah kau menangis tanpa bercerita pada ku
Aku yang selalu bertanya dalam pikiran
Tak tahu
Entah kapan
Selalu malam..
Biasanya..
Jogja, Jan 2016
Sabtu, 09 Januari 2016
Masih sama #Januari
Hari ini minggu
Di bulan Januari
1 hari sebelum 11 Januari
Aku masih sama
Tak berubah pada posisi sekarang
Tampak kosong
Belum berarah
Mungkin karena pagi tak sejuk lagi
Atau aku yang harus mandi lebih pagi
Berharap muncul energi baru
Masa depan kan lebih baik
Jika kau pakai waktumu sekarang
Dengan berbuat baik
Minggu, 03 Januari 2016
Akhir Bulan Desember
Ku santaikan badan dan pikiran
Berusaha terlihat damai
Tuk menahan lubang yang terbuat
Beberapa kali sepi
Mengundang bayanganmu
Yang jauh tak mudah bahkan tak bisa ku gapai lagi
Pun tak tahu kapan kan benar-benar tertutup
Pernak-pernik buah cipta masih tersimpan
Mungkin sudah tak berinspirasi
Dalam diam ku berpikir dan berdoa
Semoga yang terbaik dan selalu lebih baik kedepannya