Minggu, 16 Februari 2014

Hati debu vulkanik

Semenjak kemaren malam 14 februari 2014
Saat sebuah gunung nan indah..
Kelud
Memuntahkan sebagian isi perutnya
Mengudara batu kerikil debu dan asap
Panas di iringi dentuman keras
Keindahan itu berubah
Satu warna kompak menyeluruh
Abu- abu

Entah angin ap yang membawanya
Abu berjatuhan pagi hari, subuh malah
Jogja, wonosobo, banyumas bahkan sampai pangandaran
Kompak kota- kota sisi barat kelud tak beda jauh
Jalanan, sawah, halaman, mobil, atap
Ya semua
Debu dan udara jadi satu
20 meter pandangan dijalan
Hanya didalam rumah yang dirasa aman dari kekacauan

Sudah tiga hari berselang
Debu masih tertumpuk sebagian di pinggiran jalan
Kadang melambung tinggi terkena hempasan kendaraan
Sekian kali dibersihkan
Semakin menipis tapi masih terlihat
Debu yang dihalau dengan masker dan kaca pelindung
Tak menyurutkan laju kecepatan

Hari berlalu
Mencoba kembali normal
Kukikis berkali- kali
Berusaha keras diawal
Semakin menipis memang
Tapi tak hilang
Seolah tanda tuk mengingat saat itu
Dan mencoba bagkit, positif, ikhlas
Karena sesuatunya pasti adalah yang terbaik

Hati debu vulkanik