Senin, 24 Agustus 2015

Lamunan siang

Siang ini
Malas lemas tak biasa
Memandang terik matahari
Mengeringkan tanah pasir putih

Pasti panas di luar

Tiduran
Ku sandarkan kaki diatas tembok
Memandang langit langit
Terpantul cahaya matahari

Setelah lamunan ku mulai habis
Mungkin akan ku buat kopi
Pahit sedikit manis
Semanis bayang senyum mu


Seperti ku kenal

Kamu orang baru
Datang padaku
Saat ku berjalan sendiri

Orang jauh yang tak biasa
Bertemu begitu saja
Pada waktu dan tempat bersama

Seperti pernah ku kenal
Cukup lama
Rupa dan tingkah mu

Kesamaan yang tak disengaja
Satu demi satu terlihat
Ada apa dengan nya

Bukan membanding
Tapi masih terbayang
Engkau mirip dengan nya
Entah pertanda apa

Pertemuan singkat yang tak terelakkan
Mungkin jadi awal yang baru
Awal yang baik, untuk mu dan untuk ku


Minggu, 16 Agustus 2015

Merah putih pagi hari

Dua sendok susu bubuk coklat ku seduh
Seteguk demi seteguk kuhabiskan di teras depan
Memandang lurus si merah putih yang tinggi bertiang putih
Tertantjap di halaman depan berlatar hutan kalimantan
Agustus


Kamis, 13 Agustus 2015

Mainan kecil

Tiga anak ayam
Putih kekuningan
Berbulu halus
Lincah

Mengejar setiap langkah orang yang lewat
Berjalan, berlari, jatuh tak seimbang
Bergaya melompat, satu kilan pun tak sampai
Mengepakkan sayap membuang kejenuhan dalam kandang

Makan pur tak ada hentinya
Mencucuk permukaan air
Lalu menengadah, menyeruput air
Berulang kali hingga besar kantong di ujung lehernya

Hari mulai siang..
Beberapa saat si kecil tertidur di hangatnya mentari
Ber piyik nyaring si kecil merasa di tinggal
Bangun dan berlari ia, mengejar dua kawannya

Sayang umur mereka tak panjang
Satu hari tak lebih
Pagi subuh lenyap mereka
Kandang terpental jauh
Oh ya anjing juga butuh makan