Rabu, 10 Februari 2016

Menanti pelangi

Rumah mu merah muda
Dengan atap cokelat tinggi menjulang bercerobong
Jendela dua pintu terbuka pagi hari
Engkau muncul dengan senyum
Rambut hitam tergerai

Kau pandangi matahari
Burung berpindah pohon lalu bersiul
Kedua tangan memangku kepala yang sedikit kau miringkan
Lalu memulai lamunan

Rumput hijau yang kau idamkan
Dengan taman bunga di sudutnya
Menari..
Berlari..
Bahkan terbang mengikuti irama kupu-kupu
Dan tertawa hingga habis tenaga

Percaya..
Menjadi nyata


Tidak ada komentar:

Posting Komentar