Sabtu, 03 Juni 2017

Seruling dan Pak Tua Menari

Laju motor siang itu..
Agak kencang sepulang dari kota
Berkelok jalan kecil tanda sampai desa beraroma kota
Aspal berbatas tanah berumput lebat
Kanan kiri rumah kecil berselang hamparan sawah
Hijau hijau belum lama tertanam

Disuatu pengkolan tajam
Terparkir motor bebek hitam lusuh
Tak bersepion
Dilengkapi karung dan arit tertali keret ban dalam bekas
Sang Empu asik berjoget berdiri
Tak jauh dari motornya, di pinggiran sawah
Sembari meniup seruling bambu ke samping kanan
Tangannya bermain, membentuk nada menghasilkan bunyian khas
Terus begitu, asik sendiri menikmati

Ku terus melaju dengan motorku
Menyusuri beberapa kelokan lagi
Sampai rumah kecil pinggir jalan aspal
Abadikan dalam sajak

Jogja, Juni 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar