Ku kernyitkan dahi
Kutatap lagi dengan jelas
Dirimu dan kenangan lalu
Melegakan sekaligus menyesakkan
Bingung, kau hadir kembali
Tapi ku tertahan oleh ketidak sabaran ku dahulu
Gamang bimbang tak menentu
Giliran ku menjauh atau harus mendekat
Ini nyata dan tak ada dalam skenario yang ku buat
Aneh tapi terjadi
Lagi-lagi ku dihadapkan untuk tertunduk
Menyeimbangkan
Apa rencana yang akan diberi kepadaku
Apa ini jalan yang benar
Terdiam dalam tatapan kosong
Tidur pulas ku mereduksi
Takut kerdil terbayang was-was
Lemas tak berdaya
Laju kaki menapaki aspal
Berputar berkeringat
Fokus, sabar, engkau tau terang rencana Tuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar